Tak banyak orang tahu tempat ini. Bagiku, tempat ini adalah tempatku untuk mengadu sepi saat banyak orang berlalu-lalang disana. Bagiku, ini tempat paling istimewa yang pernah aku kunjungi. Pasar Kue Subuh Senen. Pasar yang jaraknya kurang lebih tiga koma lima kilometer dari Menteng. Buka pukul delapan malam, tapi selalu ramai diatas pukul dua belas malam. Aku ingat, pertama kali aku kesini bermula dari percakapan sederhana setelah sholat tahajjud. "Aku bosen, ajak aku jalan-jalan," pintaku. "Kemana?" sahutnya. Ku sandarkan daguku pada bahunya. "Kemana aja, aku lagi enggak ngantuk." "Aku tahu dimana!" Pagi itu, pukul tiga pagi, aku dan dia—seperti biasa—naik Yamaha N-Max warna biru kesayangannya. Turunlah aku ke sebuah pasar. Entah pasar apa, yang aku tahu disana hanya jual berbagai macam kue. Saat pertama kali datang, kami langsung tertarik untuk membeli kue yang dijajakan oleh penjual, lalu setelah itu kami duduk di salah satu...
Comments
Post a Comment